Air Mata Rasulullah S.A.W.

Monday, October 25, 2010

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?"

"Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah.

Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullahmenanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut roh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti rohmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khuatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku:

"Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan roh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."

Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. "Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya.

"Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku - peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu." Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku"

Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

0 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
✿˙·٠•●♥Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ♥●•٠·˙✿... Assalamualaikum # Selamat Datang Ke Blog Cikgu Mawi ...✿˙·٠•●♥Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ♥●•٠·˙✿

Mintalah Pada Allah..

Mintalah Pada Allah..

Berusaha Dgn Kudrat Sendiri

Berusaha Dgn Kudrat Sendiri

Detik Yang Berlalu

Kalendar Hijriah

Lembaran 2010

Listen and Learn Quran

Quote of The Day

Mutiara Hati

"Apabila kamu merasa letih kerana berbuat kebaikan, maka sesungguhnya keletihan itu akan hilang dan kebaikan yang dilakukan akan terus kekal. Dan sekiranya kamu berseronok dengan dosa, maka sesungguhnya keseronokan itu akan hilang dan dosa yang dilakukan akan terus kekal."
- Saidina Ali r.a. -

Sabda Rasulullah saw:
"Sesiapa yang akhirat itu tujuan utamanya, maka Allah jadikan kekayaan dalam jiwanya. Allah mudahkan segala urusannya dan dunia akan datang kepadanya dengan hina (iaitu dalam keadaan dirinya mulia). Sesiapa yang menjadikan dunia itu tujuan utamanya, maka Allah akan letakkan kefakirannya antara kedua matanya. Allah cerai-beraikan urusannya, dan dunia pula tidak datang melainkan dengan apa yang ditakdirkan untuknya (iaitu dalam keadaan hina)."
- Riwayat al-Tirmizi -
There was an error in this gadget

Since 14 Oct 2010..

   

Cuaca di Melaka

Maher Zain

Profile Blogger

My photo
- Graduan Universiti Malaya program Sarjana Muda Sains Pendidikan dan juga merupakan graduan dari Politeknik Ungku Omar dalam bidang Power Electrical Engineering. Pernah bertugas sebagai Planner Engineering di UMW Toyota Assembly Sdn Bhd. Mula bertugas sebagai guru di SMK Paloh Kluang Johor dan kini bertugas di SMK Tinggi Melaka bermula Januari 2009.